Fungsinya Internet


Internet memang benar-benar ibarat pisau bermata dua. Anda bisa
menggunakan internet untuk hal-hal yang positif. Tapi di sisi lain,
Anda juga bisa menggunakan internet untuk hal yang negative dan tidak
bermanfaat, bahkan menambah dosa
Lihat saja kasus video porno artis yang menghebohkan itu. Jika saja
kasus tersebut terjadi sebelum ada internet, pasti dampaknya tidak
seheboh itu. Video itu tidak akan tersebar sedemikian cepat dan
massive. Sungguh saya pribadi ngeri melihat dampaknya. Untungnya anak
saya masih kecil dan blum mengenal internet. Saya bisa membayangkan
kegusaran hati para orang tua yang memiliki anak remaja. Betapa
khawatirnya mereka, jika anaknya mengidolakan artis-artis itu. Belum
lagi data yang diungkap oleh KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia)
yang menyebutkan adanya perkosaan anak akibat nonton video mesum itu.
Kasus video porno itu merupakan salah satu kasus buruk dari internet.

Internet menjadi media yang sangat dahsat untuk menyebarkan informasi.
Dan dampak dari semuanya, mungkin tidak terbayangkan oleh penyebarnya.
Banyak kasus buruk lain, dimana internet memiliki andil besar dalam
penyebarannya.
Karena itulah, pada kesempatan kali ini saya mengajak diri saya
sendiri dan Anda untuk menggunakan internet secara positif. Marilah
kita mendulang pahala di internet. Internet sebenarnya media yang
sangat hebat, jika Anda bisa menggunakannya untuk hal yang positif.
Internet banyak membantu kita mendapatkan informasi dan berbagi
informasi dengan orang lain. Internet juga telah banyak membantu
perekonomian kita semakin baik.
Cara mendulang Pahala di Internet
Ada banyak cara menggunakan internet sebagai mesin pendulang pahala.

Berikut ini beberapa contohnya
1. Berniat untuk mencari pahala
Tidak ada langkah awal yang baik selain kita meniatkan menggunakan

internet hanya untuk kebaikan. Mari kita berniat mencari ridho Allah

SWT dalam setiap waktu online kita. Dan kita berdoa, semoga kita

selalu dipermudah melakukan kebaikan saat menggunakan internet
2. Menulis artikel
Tulislah artikel yang bagus dan bermanfaat bagi yang membacanya.

Artikel Anda bisa tentang apa saja, yang baik-baik tentunya. Anda bisa

menulis bidang keahlian Anda, tips mendidik anak, cara hidup bahagia,

atau artikel agama untuk dakwah
3. Mencari nafkah yang baik di internet
Mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga adalah ibadah. Dan

Anda bisa menggunakan internet untuk mencari nafkah. Ada banyak cara

mencari nafkah di internet. Tentu saja Anda harus mencari nafkah yang

halal.
4. Membuat video
Selain artikel yang bermanfaat, Anda bisa memasukkan video yang

bermanfaat di internet. Banyak situs-situs yang bisa menayangkan video

Anda secara gratis, misalnya youtube. Video Anda akan ditonton jutaan

orang jika bagus. Tapi… jangan membuat VISUM (video mesum) dan

menyebarkannya di internet
5. Berfacebook yang bermanfaat
Facebook saat ini menjadi salah satu social media yang banyak

digandrungi. Sayangnya, sebagian besar masih menggunakannya hanya

untuk curhat, ngobrol, membuang-buang waktu, dan bahkan dijadikan

media menghujat seseorang atau pihak tertentu. Ada juga kasus penipuan

dan perselingkuhan yang bermula dari perkenalan di facebook. Padahal,

sebenarnya facebook bisa menjadi media pendulang pahala, jika Anda

bisa menggunakannya untuk yang bermanfaat. Dan facebook juga bisa

menjadi pendulang rupiah, bagi yang kreatif
6. Membantu orang lain
Internet saat ini mulai menjadi referensi pertama jika seseorang

membutuhkan informasi tertentu. Saya sendiri selalu ‘bertanya mbah

google’ jika ingin mengetahui sesuatu dengan cepat. Terlebih sekarang

google memiliki google maps yang bisa menunjukkan saya peta detail

Jakarta secara Gratis.
Nah, Anda bisa membantu mereka yang mencari informasi di internet

dengan menyediakan konten atau segala sesuatu yang dicari pengguna

internet. Ambil contoh Anda bisa aktif di forum-forum, atau Anda bias

memberikan jawaban di Yahoo Answer bagi mereka yang membutuhkan,

ataupun membuat artikel-artikel bermutu
7. Menjaga tulisan Anda selalu baik
Jagalah tulisan yang Anda ketik di internet selalu baik. Hindari

menulis kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain, kata-kata yang

menghujat, kata-kata kotor, fitnah, dan sebagainya. Sebab, Anda belum

tentu bisa menghapus kata-kata yang sudah Anda tulis itu. Kata-kata

jelek Anda boleh jadi akan selamanya ada dan akan terus dibaca jutaan

orang
Ada kalanya Anda jengkel atau marah dengan seseorang. Janganlah hal

itu Anda tuangkan dalam tulisan Anda di internet. Karena suatu saat

Anda akan menyesal, saat tulisan Anda menyebar dan dibaca jutaan

orang. Padahal masalah Anda dengan orang tersebut sudah selesai. Namun

tulisan buruk Anda masih terpampang di jagat maya, dan terus-menerus

ada, bahkan terus menyebar…..
8. Memberi Contoh Yang Baik
Apapun yang Anda lakukan di internet, akan bisa dilihat oleh semua

orang, dan semua umur dimanapun ia berada. Jika Anda seorang public

figure atau pemilik situs dengan pengunjung yang banyak, maka berilah

teladan dan contoh yang baik kepada khalayak. Karena kebaikan yang

Anda lakukan akan dilihat dan bisa menjadi referensi kebaikan. Tapi

jika yang Anda lakukan adalah tindakan yang buruk, maka Anda juga

turut andil dalam membentuk prilaku jelek khalayak.
9. Memotivasi Orang Lain
Salah satu cara mencari pahala di internet adalah dengan memotivasi

orang lain. Memotivasi orang lain di dunia maya bisa melalui beberapa

cara, misalnya saja memberi komentar positif pada blog, atau status

facebook seseorang. Bisa juga Anda membuat artikel atau video yang

membangkitkan semangat orang lain.
10. Melihat hanya yang bermanfaat
Internet seolah menjadi pusat segalanya. Apa saja bisa Anda dapatkan

di internet. Karena itu, lihat dan bacalah hanya yang bermanfaat saja.

Jangan sia-siakan waktu dan hidup Anda untuk melihat dan membaca

informasi yang tidak bermanfaat, atau malah menambah dosa
Saudara….. Itulah10 contoh bagaimana cara mendulang pahala di

internet. Tentu masih banyak cara-cara lain yang bisa Anda lakukan.
Hati-Hati Menggunakan Internet
Berkaca dari kasus-kasus selama ini, marilah kita sekarang lebih

hati-hati dalam menggunakan internet. Kita warnai internet dengan

kebaikan. Kita manfaatkan waktu online kita hanya untuk yang berpahala
Dan hendaknya kita juga selalu sadar akan kehebatan internet dalam

penyebaran informasi. Beberapa karakteristik internet antara lain :
- bisa diakses siapa saja
- bisa diakses dimapa saja
- bisa diakses kapan saja
- informasi cepat menyebar
- jika sudah menyebar, sulit / tidak bisa dihentikan
- biaya akses internet semakin murah
- munculnya social media (facebook, netlog, blog, dll)
- perkembangan jumlah pengguna internet cepat (Indonesia lebih dari 35

juta)
READ MORE - Fungsinya Internet

IR. Soekarno dan Sayuti Melik

IR. SOEKARNO
Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika..
Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar "Ir" pada 25 Mei 1926.
Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.
Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.
Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.

Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi".
SAYUTI MELIK
Pengetik naskah proklamasi, lahir di Kadisobo, Rejodani, Sleman Yogyakarta, 25 November 1908 dan meninggal di Jakarta, 2 Maret 1989. Ayahnya bernama Abdul Muin alias Partoprawito, sedang ibunya bernama Sumilah. Pendidikan dimulai dari Sekolah Ongko Loro (Setingkat SD) di desa Srowolan, sampai kelas IV dan diteruskan sampai mendapat Ijazah di Yogyakarta. Tahun 1920-1924 dilanjutkan ke Sekolah Guru di Solo, tetapi ditangkap Belanda karena dicurigai turut berpolitik. Semenjak itu ia lebih banyak belajar sendiri. Setelah kemerdekaan, ia pernah mengikuti kuliah di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Indonesia, tetapi hanya sebentar dan tidak mendapat gelar.
Kehidupannya lebih banyak dinikmati di penjara. Pada tahun 1926 ditangkap Belanda karena dituduh membantu PKI dan selanjutnya dibuang ke Digul Atas (1927-1933). Tahun 1936 ditangkap Inggris, dipenjara di Singapura selama setahun. Setelah diusir dari wilayah Inggris ditangkap kembali oleh Belanda dan dibawa ke Jakarta, dimasukkan sel di Gang Tengah (1937-1938). Kemudian tahun 1939-1941 dipenjarakan di Sukamiskin Bandung dan terlibat "Pers delict". Ketika Jepang masuk ke Indonesia tahun 1942 ia dipenjarakan lagi karena dituduh menyebarkan pamflet gelap PKI akhirnya menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia ia dibebaskan. Ia turut hadir dalam peristiwa perumusan naskah Proklamasi dan menjadi anggota susulan PPKI. Setelah itu ia menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
Pada tahun 1946 atas perintah Mr. Amir Syarifudin, ia ditangkap oleh Pemerintah RI karena dianggap sebagai orang dekat "Persatuan Perjuangan" serta dianggap bersekongkol dan turut terlibat dalam "Peristiwa 3 Juli 1946" namun setelah diperiksa oleh Mahkamah Tentara, ia dinyatakan tidak bersalah. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda II, ia ditangkap Belanda dan dipenjarakan di Ambarawa. Setelah selesai KMB, ia dibebaskan. Tahun 1950 ia diangkat menjadi anggota MPRS dan DPR-GR sebagai Wakil dariAngkatan '45 dan menjadi Wakil Cendekiawan. Tahun 1961 ia menerima Bintang Maha Putera Tingkat V. Sebagai kolumnis beberapa surat kabar, ia mencoba menulis artikel yang berjudul "Belajar Memahami Soekarnoisme", tetapi tahun 1965 ditangkap dan diperiksa oleh Kejaksaan Agung.
Pada jaman Orde Baru, ia diangkat menjadi anggota MPR dan DPR (1971-1977), sebagai Wakil dari Golongan Karya. Pada tanggal 11 Maret 1984 ia mendapat penghargaan selaku Pinisepuh Golongan Karya dan sebelumnya ia telah menerima tanda penghargaan antara lain tanggal 19 Mei 1973 tanda Bintang Mahaputra Adipradana II dari Presiden Soeharto, tanggal 1977 Piagam dalambidang Jurnalistik dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tanggal 23 Desember 1982 mendapat penghargaan Satya Penegak Pers dari PWI Pusat. Kunjungannya ke luar negeri lebih banyak dilakukan sewaktu menjalankan tugas kewartawanan, antara lain Eropa Barat, Eropa Timur, Amerika Serikat, Australia dll.
READ MORE - IR. Soekarno dan Sayuti Melik

Wawasan Al-Qur'an tentang Ilmu Pengetahuan

A. Pendahuluan
Al-Qur’an secara bahasa berasal dari kata qaraa yaqra’u qur’anan yang berarti “bacaan atau yang dibaca”. Secara umum Al-Qur’an memiliki definisi sebuah kitab yang berisi himpunan kalam Allah yaitu suatu mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, melalui perantaraan Malaikat Jibril, dan ditulis dalam mushaf yang kemurniannya senantiasa terpelihara. Barang siapa yang mempelajari dan mengamalkannya akan mendapat pahala dari Allah SWT.
Jadi Al Qur'an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa. Murni berasal dari Allah, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan dalam Al Qur'an, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an, 4:82).
Maha Besar Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk manusia, karena Al-Qur’an tidak hanya bebas dari segala pertentangan, tetapi setiap ayat-ayatnya semakin mengungkapkan keajaiban Kitab Suci ini. Salah satu kemu’jizatan (keistimewaan) Al-Qur’an yang paling utama adalah hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an menjadi rujukan utama bagi segala rujukan, sumber dari segala sumber, basis bagi segala sains atau ilmu pengetahuan. Mengatur berbagai aspek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Allah (Hablum minallah), sesama manusia (Hablum minannas), alam, lingkungan, ilmu akidah, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu empiris, ilmu agama, umum dan sebagainya.
Achmad Baiquni juga mengungkapkan, “Sebenarnya segala ilmu yang diperlukan manusia itu tersedia di dalam Al-Qur’an”. Sedangkan manusia dibekali akal untuk berfikir menggali Ilmu Pengetahuan yang terdapat pada ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an. Lantas, seberapa besar hubungan Al-Qur’an terhadap Ilmu Pengetahuan? Apa sajakah bukti kemukjizatan Al-Qur’an tentang Ilmu Pengetahuan? Akan dibahas dalam makalah ini.

B. Permasalahan
Dalam makalah ini akan dibahas permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah hubungan Al-Qur’an dengan Ilmu Pengetahuan?
2. Beberapa contoh kemukjizatan Al-Qur’an tentang Ilmu Pengetahuan.

C. Permasalahan

1. Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan

Pandangan Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan dapat kita ketahui prinsip-prinsipnya melalui wahyu yang pertama diturunkan Allah pertama kali Q.S Al-‘Alaq ayat 1-5:
“1.Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah, 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.
Iqra' terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks tertulis maupun tidak. Wahyu pertama itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra' berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak. Alhasil, objek perintah iqra' mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.

Dalam pandangan Al-Qur’an, ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. Ini tercermin dari kisah kejadian manusia pertama yang dijelaskan Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 31 dan 32:
“Dan dia (Allah) mengajarkan kepada Adam, nama-nama (benda-benda) semuanya. Kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat seraya berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar (menurut dugaanmu)." Mereka (para malaikat) menjawab, "Maha Suci Engkau tiada pengetahuan kecuali yang telah Engkau ajarkan. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Allah SWT telah menganugrahkan akal kepada manusia, suatu anugrah yang sangat berharga, yang tidak diberikan kepada makhluk lain, sehingga umat manusia mampu berpikir kritis dan logis. Agama Islam datang dengan sifat kemuliaan sekaligus mengaktifkan kinerja akal serta menuntunnya kearah pemikiran Islam yang rahmatan lil’alamin. Artinya bahwa Islam menempatkan akal sebagai perangkat untuk memperkuat basis pengetahuan tentang keislaman seseorang sehingga ia mampu membedakan mana yang hak dan yang batil, mampu membuat pilihan yang terbaik bagi dirinya, orang lain, masyarakat, lingkungan, agama dan bangsanya.
Menurut Al-Qur’an manusia memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya dengan seizin Allah. Karena itu, bertebaran ayat yang memerintahkan manusia menempuh berbagai cara untuk mewujudkan hal tersebut. Allah menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang-orang yang berpengetahuan. Dalam Q.S. Al-Mujadalah 58/11 Allah berfirman, “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat”.
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang paling empatik dalam mendorong umatnya untuk menuntut ilmu, sehingga Allah memberikan pujian terhadap orang-orang yang berilmu. Dalam Al-Qur’an terdapat kurang lebih 750 ayat rujukan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan sementara tidak ada agama atau kebudayaan lain yang menegaskan dengan begitu tegas akan kepentingan ilmu dalam kehidupan manusia. Ini membuktikan bahwa betapa tingginya kedudukan sains dan ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an (Islam). Al-Qur’an selalu memerintahkan kepada manusia untuk mendayagunakan potensi akal, pengamatan , semaksimal mungkin.
Firman Allah surat Al-Nahl 78: “Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur (menggunakannya sesuai petunjuk Ilahi untuk memperoleh pengetahuan)” (QS Al-Nahl [16]: 78).
Ayat ini mengisyaratkan penggunaan empat sarana yaitu pendengaran, mata (penglihatan) dan akal, serta hati untuk mengkaji ilmu pengetahuan. Manusia itu lahir tidak mengetahui apa-apa, pengetahuan manusia itu diperoleh melalui proses belajar dan melalui pengalaman yang dikumpulkan oleh akal serta indra pendengaran dan penglihatan demi untuk mencapai kejayaan, kebahagian dunia dan akhirat. Trial and error (coba-coba), pengamatan, percobaan, dan tes-tes kemungkinan (probability) merupakan cara-cara yang
digunakan ilmuwan untuk meraih pengetahuan. Hal itu disinggung juga oleh Al-Quran, Firman Allah Q.S Ar-Rahman: 55/53).
READ MORE - Wawasan Al-Qur'an tentang Ilmu Pengetahuan